Saturday, November 7, 2015

Cara Mengatasi Anak Prasekolah yang Suka Teriak

Perilaku buruk anak-anak yang sering dijumpai yaitu suka teriak .Perilaku buruk seperti ini sering membuat orang tua tidak sabar dalam menghadapinya . Dan yang terjadi terkadang orang tua emosi dan tidak sabar dalam menghadapi anak yang suka teriak-teriak.

Untuk bisa mengatasi masalah terhadap anak yang suka teriak, tentu orang tua harus mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab anak suka teriak-teriak. 


Penyebab anak-anak suka teriak antara lain :

      1. Anak mencari perhatian.
Lingkungan bagi anak-anak prasekolah merupakan tempat menuangkan isi hatinya. Dia berekspresi dengan bebas sehingga dari situ diharapkan ada perhatian dari lingkungan. Anak-anak mengeluarkan celotehan-celotehan dengan berteriak merupakan bentuk minta perhatian dari anak-anak.
2.   Ego anak yang masih tinggi.
Anak-anak belum mengetahui toleran dengan orang lain, dia belum tahu bahwa berteriak itu bisa mengganggu orang lain disekitarnya. Ego anak masih tinggi tidak mau diganggu kenyamanannya.
3.     Terpengaruh lingkungan dan meniru.
Lingkungan memiliki peran besar membentuk kebiasaan anak. Lingkungan mudah sekali mempengaruhi anak dalam bersosialisasi. Jika lingkungannya sering ada yang berteriak maka si anak akan terpengaruh dengan perilaku tidak sopan tersebut. Anak akan mudah meniru kebiasaan yang ada di lingkungannya.
4.     Latihan berbicara
Usia prasekolah merupakan masa mereka bereksperimen terhadap kosa kata dan bahasa yang baru dikuasai, sehingga dalam prakteknya mereka mengucapkannya dengan gaya bicara anak-anak yaitu keras dan lantang.
5.     Emosi anak belum stabil.
Saat menginginkan sesuatu anak-anak dalam penyampaiannya suka sambil teriak-teriak. Mereka belum bisa mengontrol emosinya dengan baik. Mereka menganggap bahwa dengan cara berteriak-teriak keinginannya akan dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi biasanya mereka berteriak-teriak sambil menangis.
Dengan mengetahui sebab-sebab anak-anak suka berteriak diharapkan orang tua khusunya bisa mengontrol diri jika menjumpai putra-putrinya yang suka berteriak-teriak.

Cara mengatasi masalah anak-anak agar tidak berteriak-teriak.


Tidak mudah untuk mengubah kebiasaan anak-anak yang suka berteriak tersebut dalam waktu sekejap. Semua butuh proses untuk menghentikan dari kebiasaan tidak sopan terbut.

Berikut adalah cara-cara untuk mengatasi anak-anak yang suka berteriak, agar berhenti dari kebiasaan tersebut :
1.     Memberikan pemahaman dan pengertian.
Sampaikan bahwa tanpa dengan berteriak-teriak, orang tua mendengar apa-apa yang disampaikan sama anak. Diharapkan dengan memberikan pemahaman dan pengertian pada anak ,kekhawatiran anak untuk tidak mendapatkan perhatian dan tidak didengar bicaranya menjadi berkurang.Dan lambat laun kebiasaan tidak sopan tersebut hilang.
2.     Melakukan instropeksi di lingkungan keluarga.
Anak-anak sangat pinta meniru gaya dari orang-orang dilingkungan sekitarnya, misalnya ayah, ibu, kakak, adik dan anggota keluarga yang lain. Mintalah masing-masing untuk bisa instropeksi diri dan saling mengingatkan, agar di lingkungan keluarga tidak ada teriakan-teriakan atau suara keras lainnya. Dengan menjaga suasana yang tenang di lingkungan keluarga diharapkan kebiasaan anak-anak akan berubah.
3.     Memberikan contoh yang baik.
Memberikan pelajaran dengan memberikan contoh lebih efektif dibanding dengan mengajarkan dengan ceramah dan omongan. Memorianak akan mudah belajar dengan melihat langsung dibanding dengan mendengar dan mencerna tanpa melihat contoh riil dari apa yang dimaksudkan. Cobalah mengajak anak bicara dengan lemah lembut. Dengan demikian anak menjadi fokus mendengarkan apa yang disampaikan ,sebab kalau nggak fokus mendengar perkataan yang lembut tersebut, maka si anak tidak dapat memahaminya.
4.     Biasakan mengecilkan volume peralatan elektronik
Suara alat elektronik bisa mendorong anak untuk bicara lebih keras dari volume alat elektronik tersebut. Dengan mengecilkan volume perlatan elektronik  di dalam rumah, secara otomatis suara pembicaraan juga akan lebih pelan.
5.     Jangan membalas teriakan dengan teriakan juga
Segera diingatkan jika anak mengeraskan suaranya ,jangan dibalas dengan teriakan keras juga jika anak berbicara keras. Dekati si anak dan berikan pengertian bahwa bicara keras itu tidak sopan.
6.     Ajarkan volume bicara yang ideal.
Ajarkan untuk menyesuaikan volume bicara dengan lingkungan dimana anak tersebut bicara. Volume bicara di dalam ruangan yang tertutup berbeda dengan waktu berbicara di luar ruangan, apalagi lingkungannya bising dan berisik. Itu semua butuh praktek dan pengalaman ,sehingga pendampingan orang tua sangat diperlukan untuk mendidik anak menjadi lebih baik.
7.     Membiasakan untuk berdiskusi untuk menyelesaikan masalah.

Jika anak melakukan kesalahan ,jangan menggunakan lisan untuk memarahi anak. Namun diskusikan mengenai hal yang dirasa sebuah kesalahan. Ambil keputusan-keputusan yang positif dan jangan menyalahkan anak. Dengan membentuk kebiasaan tersebut diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang teriak-teriak.

No comments:

Post a Comment